Kita tidak pernah bisa memilih lahir dari orang tua siapa. Tidak bisa. Tapi bukan berarti Tuhan tidak adil. Kita saja yang tidak tahu, belum tahu, atau tidak mau tahu kenapa harus dilahirkan di orang tua sekarang, dan bukan di orang tua yang lain.
--Tere Liye, novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Senin, 03 Juni 2013
Minggu, 02 Juni 2013
jangan bersedih
Janganlah bersedih hati untuk hal2 sepele, galau karena hal2 kecil, resah, banyak pikiran. ayolah, tetap berpikiran positif. karena kalaupun kita merasa kita ini tidak penting, tidak diingat orang lagi, tidak diperhatikan, sesungguhnya kita selalu penting dan adalah semesta kehidupan bagi orang tua kita, bagi kakak-adik kita, bagi teman2 terbaik kita.
Jumat, 24 Mei 2013
Tak Sekedar Hiasan Langit Yang Indah, Bintang Juga Petunjuk Arah
Tak Sekedar Hiasan Langit Yang Indah, Bintang Juga Petunjuk Arah
Malam ini entah mengapa saya ingin sekali membuat gegoresan tentang bintang dan pentunjuk yang tersemat di dalamnya, meski malam ini mendung menggelayuti daerah Magelang hingga tak satupun bintang terlihat dari depan pintu rumahku.
Nah, jika ada kesempatan di lain waktu dan bintang saat itu terlihat dengan sempurna, cobalah untuk mengamatinya. Berjuta bintang pastinya akan tampak berkedip menghiasi langit. Begitu banyaknya hingga kitapun tak akan mampu menghitungnya meski dengan bantuan keluarga ataupun alat-alat pendukung yang memadai dengan beraneka rupa. Bintang adalah makhluk Alloh Ta’ala yang sosoknya begitu indah menghiasi langit malam di malam hari. Namun di balik keindahannya, jika kita perhatikan dengan teliti, ternyata tebaran bintang-bintang di langit memiliki bentuk-bentuk tertentu. dan tahukah kita, bentuk-bentuk tersebut yang sering kita sapa Rasi bintang (konstelasi) adalah alat navigasi yang populer serta pakem bagi para pelaut juga pengembara sebelum alat-alat modern seperti kompas, teleskop dan lain sebagainya hadir menyapa.
Kamis, 23 Mei 2013
Pandai-pandailah merasai
Bukan ketika diomeli, dimarahi, dicereweti yang menyakitkan. Itu sih tandanya orang lain masih sayang.
Yang lebih menyakitkan adalah: saat orang lain memutuskan untuk tidak peduli lagi. Ditegur tidak, disapa juga tidak, didiamkan saja. Dianggap tidak ada.
Yang lebih menyakitkan adalah: saat orang lain memutuskan untuk tidak peduli lagi. Ditegur tidak, disapa juga tidak, didiamkan saja. Dianggap tidak ada.
Rabu, 22 Mei 2013
Filosofi Kehidupan
Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Dan saling menyayang bila ada ruang?
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.
Spasi oleh Dewi Lestari, 1998
I LOVE MYSELF :)
Banyak yang mengaku mengenal orang lain, namun gagal mengenal diri sendiri
Engkaulah yang harus mengingatkan
dan memeriksa dirimu sendiri.
bila engkau dapat menjaga
dirimu sendiri dan selalu sadar,
maka engkau akan hidup dalam kebahagiaan.
Sesungguhnya diri sendiri menjadi tuan bagi diri sendiri.
Diri sendiri adalah pelindung bagi diri sendiri.
Oleh karena itu kendalikan dirimu sendiri,
seperti pedagang kuda menguasai kuda yang baik.
dan memeriksa dirimu sendiri.
bila engkau dapat menjaga
dirimu sendiri dan selalu sadar,
maka engkau akan hidup dalam kebahagiaan.
Sesungguhnya diri sendiri menjadi tuan bagi diri sendiri.
Diri sendiri adalah pelindung bagi diri sendiri.
Oleh karena itu kendalikan dirimu sendiri,
seperti pedagang kuda menguasai kuda yang baik.
Selasa, 21 Mei 2013
KAU, AKU DAN BULAN
Sepotong bulan untuk berdua
malam ini,
saat kau menatap bulan,
yakinlah kita melihat bulan yg sama,
mensyukuri banyak hal,
berterima-kasih atas segalanya,
terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..
malam ini,
saat kau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang satu,
percaya atas kekuatan janji-janji masa depan,
keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerja keras,
mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..
malam ini,
saat kau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang itu,
semoga yang Maha memiliki langit memberikan kesempatan,
suatu saat nanti,
kita akan menatap bulan yang sama dari satu bingkai jendela.
malam ini,
saat kau menatap bulan,
yakinlah kita melihat bulan yg sama,
mensyukuri banyak hal,
berterima-kasih atas segalanya,
terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..
malam ini,
saat kau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang satu,
percaya atas kekuatan janji-janji masa depan,
keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerja keras,
mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..
malam ini,
saat kau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang itu,
semoga yang Maha memiliki langit memberikan kesempatan,
suatu saat nanti,
kita akan menatap bulan yang sama dari satu bingkai jendela.
Timbal Balik
Kita, kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar-benar memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible.
Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh-sungguh bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh-sungguh bersedia memahaminya.
Sendiri bukan berarti tidak bahagia.
Bersama juga bisa berarti kesedihan.
Momen, tempat, orang, dan caranyalah yang menentukan. Bukan sekadar soal sendiri atau bersamanya.
Tapi kita bisa menemukan orang yang sungguh-sungguh bersedia memahami kita. Dan itu lebih dari cukup, sepanjang kita juga sungguh-sungguh bersedia memahaminya.
Sendiri bukan berarti tidak bahagia.
Bersama juga bisa berarti kesedihan.
Momen, tempat, orang, dan caranyalah yang menentukan. Bukan sekadar soal sendiri atau bersamanya.
Senin, 20 Mei 2013
JAGAT BESEMAH - Kota Pagaralam, Sumsel
JAGAT BESEMAH:
SATU PERIODE DALAM SEJARAH BESEMAH
Asal Nama dan Berbagai Pengertian “Besemah”
Nama “Besemah” berasal dari nama ikan, yakni ikan semah, ikan dari
jeniscyprimus, termasuk famili ikan semah ini juga tambra dan ikan-mas
(Faille, 1971:16). Salahsatu cerita tentang asal nama “Besemah” ini
tersurat dalam naskah “Kitab Puyang Menjadikan Jagat Besemah”.
Cerita itu, dalam bahasa sekarang, bunyinya sebagai berikut.
“Maka Puteri Kenantan Buwih (isteri Radin Atung Bungsu) turun (ke
sungai) membasuh beras. Maka bakul berasnya dimasuki oleh anak ikan
semah. Tatkala Puteri Kenantan Buwih pulang dari membasuh beras dan ada
membawa anak ikan semah, maka tanah (daerah sekitar) itu dinamai oleh
Atung Bungsu Tanah Besemah”.
Secara morfologis, Besemah
berasal dari kata dasar semah, ditambah awalan be- (ber-) yang berarti
‘ada’, ‘memiliki‘, atau ‘mengandung’ apa yang disebut kata
dasar.Besemah berarti “ada semah”-nya. Sungai tempat ditemukan ikan
tersebut disebutAyik Besemah. Ayik Besemah (Air Besemah), berarti air
(sungai) yang ada ikansemah-nya; tanah atau daerah tempat sungai itu
berada disebut Tanah Besemah yang berarti” tanah” atau “daerah” yang di
sungai-sungainya ada atau banyak hidup ikansemah.
Istilah
“Besemah” acapkali ditulis bahkan diucapkan dengan “Pasemah”.
Penyebutan istilah “Pasemah” yang tidak tepat ini pada dasarnya
berpedoman kepada literatur asing, terutama penulis Belanda, yang
menuliskan nama Besemah dengan kataPasemah, Pasmah, bahkan Passumah.
Hal ini disebabkan kemungkinan orang asing tersebut, termasuk orang
Arab, sulit atau tidak dapat melafalkan bunyi “be”, sehingga kata-kata
yang berawalan “be” mereka ucapkan “ba”, “fa”, dan “pa”. Demikianlah
asal mulanya istilah Besemah dituliskan menjadi Pasemah. Contoh lain,
namaPelimbang dari pelimbangan menjadi Palembang dan kadang-kadang
diucapkanFalimban.
Sudah saatnya, kita orang Besemah
mengembalikan istilah atau sebutan kepada aslinya, yaitu Besemah. Untuk
membuktikan nama yang benar menurut asal kejadian kata seperti
diuraikan di atas adalah Besemah dan bukan Pasemah, berikut ini
beberapa kata yang dapat dianalogikan pada kata itu, seperti,
- becengkak, artinya ada cengkak-nya, bukan *pacengkak yang tidak mempunyai makna.
- bemejahir, artinya ada mejahir-nya, bukan *pamejahir yang tidak mempunyai makna.
- beikan-mas, artiny ada ikan-mas-nya, bukan *paikan-mas yang tidak mempunyai makna.
- be-ayam, artinya ada ayamnya, bukan *pa-ayam yang tidak mempunyai makna.
Jadi cukup jelas, istilah Besemah tersebut mempunyai maksud dan arti,
yaitu “adasemah-nya”, bukan *pasemah yang tidak mempunyai makna dan
arti dalam konteks bahasa Besemah.
Nama “Besemah” diberikan
oleh Atung Bungsu untuk menyebut sungai yang bermuara di sungai
Lematang dan berasal dari utara Bukit Patah, melintas dusun Serendale.
Sungai, tempat Puteri Kenantan Buwih membasuh beras dan mendapat anak
ikan semah itu, sampai saat ini masih disebut dengan nama Ayik Besemah
(Air Besemah atau sungai Besemah) yang dulu disebut juga “Batanghari
Besemah”. Selain untuk menyebut nama sungai (Ayik Besemah), nama
“Besemah” juga menjadi nama daerah di sekitar sungai tersebut. Dalam
perkembangan selanjutnya, daerah di sekitarAyik Besemah itu dikenal
dengan nama Rurah Besemah Tengah (Daerah Besemah Tengah Padang).
Sekarang ini, Ayik Besemah dilintasi oleh jalan raya dari Palembang,
melewati kawasan wisata “Liku Lematang Indah” yang menuju pusat Kota
Pagaralam, Kota Perjuangan dan Kota Wisata di Sumatera Selatan.
Jembatan Ayik Besemah menjadi batas dusun Karang-anyar dengan dusun
Tebat-gunung Baru.
Sabtu, 18 Mei 2013
semangat berkarya
Jangan biarkan 'perasaan' kalian berserakan, berceceran di facebook atau twitter. Orang yang ingin kalian cari2 perhatian toh tidak akan memperhatikannya.
Laki2 yang paham, wanita yang mengerti, tidak akan menumpahkan perasaannya di dinding jejaring sosial. Terlihat sekali, lebay. Ibarat air tumpah, itu justeru berbahaya, bikin terpeleset, mengganggu. Ada banyak cara lain menyalurkan perasaan, bikin tulisan, bikin puisi, malah bisa menerbitkan buku.
--Tere Lije
Laki2 yang paham, wanita yang mengerti, tidak akan menumpahkan perasaannya di dinding jejaring sosial. Terlihat sekali, lebay. Ibarat air tumpah, itu justeru berbahaya, bikin terpeleset, mengganggu. Ada banyak cara lain menyalurkan perasaan, bikin tulisan, bikin puisi, malah bisa menerbitkan buku.
--Tere Lije
Langganan:
Postingan (Atom)





