Rabu, 28 November 2012
Melati Indonesia dan Tulip Belanda
Sama seperti Indonesia yang memiliki bunga melati sebagai bunga khasnya negara kita.Melati (Jasminus sambac).ditengah-tengah melati, mendapatkan kesejukan aromanya atau bahkan inspirasi.
Jika kamu berpetualang disana (daerah-daerah penuh bunga tulip atau melati, gemericik air,angin sepoi-sepoi,sinarmatahari yang lembut dan hangat) maka itulah nasib terbaik liburanmu kawan ^_^
Selasa, 27 November 2012
Ya akhi, cintailah istrimu ...
Ya akhi, cintailah istrimu ...
Ada sepasang suami istri mendatangi seorang ustad yang dikenal sangat bijak dalam menuntaskan perkara umat.
Ustad, tolong bantu kami ustad !! Kami sudah menikah selama 20 tahun, lama-kelamaan rasa cinta itu mulai hilang, kini kami sudah tidak saling mencintai, ustad ! Tolong beri kami solusi ?
Ya akhi, cintailah istrimu ! Jawab ustad itu singkat.
Sang suami m
erasa bingung, justru itulah masalahnya, maka ia mulai mengulangi pertanyaannya :
ustad, kami sudah menikah selama 20 tahun dan kini kami sudah tidak lagi mencintai ?
Ya akhi, cintailah istrimu !! Jawab ustad itu yang kedua kalinya dengan tegas.
Merasa tidak puas lagi dengan jawabannya, ia bertanya lagi :
tapi ustad, saya sudah tidak lagi mencintai istri saya ?
Ya akhi, cintailah istrimu !!!
Kata cinta bukanlah kata benda dan bukan pula kata sifat yang tiba-tiba ada, Tapi cinta adalah kata kerja !
Kata kerja yang harus dikerjakan, diperjuangkan dan terus-menerus diupayakan !!! Jawabnya tegas.
Seorang yang ingin mendapatkan dan merasakan cinta, ia harus berjuang dan berusaha mencintai.
Bagaimana mungkin cinta itu bisa tumbuh jika tidak pernah ditanam dan bagaimana mungkin bisa berbuah jika tidak pernah dipupuk, dirawat dan dijaga. Seorang yang ingin mendapatkan manisnya cinta harus berjuang hingga cinta itu berbuah.
Sungguh sering dari kita menginginkan cinta tanpa berusaha mencintai terlebih dahulu, ingin di dengar tanpa berusaha untuk mendengar, ingin di hargai tanpa berusaha untuk menghargai.
Siapa yang menanam pastilah dia akan memetiknya.
Hidup ini adalah sebab-akibat, tanpa ada sebab tidak akan ada akibatnya.
Yang harus kita lakukan bukanlah take and give Tapi give and take, berikan maka anda akan mendapatkan.
Karena satu biji yang kita taman, pasti akan Allah beri 700 biji atau lebih, karena Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.
Ada sepasang suami istri mendatangi seorang ustad yang dikenal sangat bijak dalam menuntaskan perkara umat.
Ustad, tolong bantu kami ustad !! Kami sudah menikah selama 20 tahun, lama-kelamaan rasa cinta itu mulai hilang, kini kami sudah tidak saling mencintai, ustad ! Tolong beri kami solusi ?
Ya akhi, cintailah istrimu ! Jawab ustad itu singkat.
Sang suami m
erasa bingung, justru itulah masalahnya, maka ia mulai mengulangi pertanyaannya :
ustad, kami sudah menikah selama 20 tahun dan kini kami sudah tidak lagi mencintai ?
Ya akhi, cintailah istrimu !! Jawab ustad itu yang kedua kalinya dengan tegas.
Merasa tidak puas lagi dengan jawabannya, ia bertanya lagi :
tapi ustad, saya sudah tidak lagi mencintai istri saya ?
Ya akhi, cintailah istrimu !!!
Kata cinta bukanlah kata benda dan bukan pula kata sifat yang tiba-tiba ada, Tapi cinta adalah kata kerja !
Kata kerja yang harus dikerjakan, diperjuangkan dan terus-menerus diupayakan !!! Jawabnya tegas.
Seorang yang ingin mendapatkan dan merasakan cinta, ia harus berjuang dan berusaha mencintai.
Bagaimana mungkin cinta itu bisa tumbuh jika tidak pernah ditanam dan bagaimana mungkin bisa berbuah jika tidak pernah dipupuk, dirawat dan dijaga. Seorang yang ingin mendapatkan manisnya cinta harus berjuang hingga cinta itu berbuah.
Sungguh sering dari kita menginginkan cinta tanpa berusaha mencintai terlebih dahulu, ingin di dengar tanpa berusaha untuk mendengar, ingin di hargai tanpa berusaha untuk menghargai.
Siapa yang menanam pastilah dia akan memetiknya.
Hidup ini adalah sebab-akibat, tanpa ada sebab tidak akan ada akibatnya.
Yang harus kita lakukan bukanlah take and give Tapi give and take, berikan maka anda akan mendapatkan.
Karena satu biji yang kita taman, pasti akan Allah beri 700 biji atau lebih, karena Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah.
Rileks Sejenak ^_^
Lagu Pembangun Jiwa :
* Muhasabah Cinta By Edcoustics
http://www.youtube.com/watch?v=s4SnJLOwVxY
* Rindu Muhammadku By Hadad Alwi
http://www.youtube.com/watch?v=DTnXX9ZsgbI
* Muhammad Nabiku By Hadad Alwi
http://www.youtube.com/watch?v=iQqS7v4yYgw
* Bila Waktu Telah Berakhir By Opick
http://www.youtube.com/watch?v=Row45JVFKsA
Romantis Song :
* Can You Hear My Heart OST : Only You Can Hear By Kim Jae Seok
http://www.youtube.com/watch?v=nV1aBzp111s
* Sassy Girl Chunyang OST : Sarang haeyo By Kim Hyung Sup
http://www.youtube.com/watch?v=fuWu0g1zFCcLagu Semangat :
* Dream High 2 OST : B Class Lifehttp://www.youtube.com/watch?v=pdvr2LFrKfk
Apa beda Buah dan Sayuran??
Apa beda Buah dan Sayuran??
Dalam pengertian masyarakat luas, hasil tumbuhan jenis pohon disebut buah dan hasil tumbuhan berbatang lunak disebut sayuran. Contoh buah adalah apel, mangga, jambu, dan lain-lain. Contoh sayuran adalah tomat, stroberi, nenas, cabai, terong, mentimun, dan sebagainya.Secara umum buah itu berdaging, manis, harum dan mengandung banyak air, sedangkan sayuran ditanam di ladang untuk dimakan akar, batang, dan daunnya. Namun dalam pengertian botani/biologi, buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjut bakal buah ( ovarium ). Jadi, menurut pengertian ini, tomat, cabai, jagung, padi termasuk buah. Dalam pengertian masyarakat luas, hasil tumbuhan jenis pohon disebut buah dan hasil tumbuhan berbatang lunak disebut sayuran. Contoh buah adalah apel, mangga, jambu, dan lain-lain. Contoh sayuran adalah tomat, stroberi, nenas, cabai, terong, mentimun, dan sebagainya.
Secara umum buah itu berdaging, manis, harum dan mengandung banyak air, sedangkan sayuran ditanam di ladang untuk dimakan akar, batang, dan daunnya. Namun dalam pengertian botani/biologi, buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan modifikasi lanjut bakal buah ( ovarium ). Jadi, menurut pengertian ini, tomat, cabai, jagung, padi termasuk buah.
Bagaimana terjadinya awan?
Bagaimana terjadinya awan?
Panas dari matahari akan menyebabkan air dilaut, sungai dan danau menguap. Uap air yang hangat tersebut akan bergerak naik keatas, dan saat uap tersebut naik, uap air mulai menjadi dingin. Hasilnya, uap air tersebut mulai berkondensasi membentuk kembali butiran-butiran air.
Kumpulan dari butiran-butiran air dilangit tersebut yang kita kenal sebagai awan. Butiran-butiran air yang makin lama makin membesar akhirnya akan jatuh kembali ke bumi sebagai hujan. Kadangkala, suhu udara yang terlalu dingin membuat butiran-butiran air tersebut membeku membentuk es dan jatuh kembali ke bumi sebagai salju.
Bagaimana pelangi terbentuk?
Bagaimana pelangi terbentuk?
Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh tetesan air yang ada di atmosfir. Ketika sinar matahari melalui tetesan air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Tiap warna dibelokkan pada sudut yang berbeda, dan warna merah adalah warna yang paling terakhir dibengkokkan, sedangkan ungu adalah yang paling pertama. Fenomena ini yang kita lihat sebagai pelangi.
Mengapa langit berwarna biru?
Mengapa langit berwarna biru?
Atmosfir bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel (butiran) debu. Sinar matahari yang memasuki atmosfir tersebut bertemu dengan molekul gas dan partikel debu tadi. Warna sinar yang memiliki gelombang sinar lebih panjang seperti merah dan kuning, dapat melewati dan menembus molekul gas dan debu tadi.
Tetapi warna biru yang memiliki gelombang sinar lebih pendek dipantulkan kembali ke atas atmosfir. Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru. Prinsip yang sama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.
Atmosfir bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel (butiran) debu. Sinar matahari yang memasuki atmosfir tersebut bertemu dengan molekul gas dan partikel debu tadi. Warna sinar yang memiliki gelombang sinar lebih panjang seperti merah dan kuning, dapat melewati dan menembus molekul gas dan debu tadi.
Tetapi warna biru yang memiliki gelombang sinar lebih pendek dipantulkan kembali ke atas atmosfir. Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru. Prinsip yang sama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.
Minggu, 25 November 2012
Keutamaan Sifat Malu
Berikut adalah hadits-hadits yang dibawakan oleh Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrod yang membicarakan keutamaan sifat malu.
[465/597]
Dari Abu Mas'ud, ia berkata bahwa Uqbah berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إن مما أدرك الناس من كلام النبوة [الأولى/1316]: إذا لم تستحي فاصنع ما شئت
"Sesungguhnya
di antara kalimat kenabian pertama yang sampai ke tengah-tengah manusia
adalah: “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu”."
(Shahih)-Ash Shahihah (684), Al Irwa’ (2673): [Bukhari: 60-Kitab Al Anbiya’, 54-Bab Hadatsana Abul Yaman]
[466/598]
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
الإيمان بضع وستون- أو بضع وسبعون - شعبة؛ أفضلها لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبة من الإيمان
"Iman
itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah
[ucapan] Laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah
menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari
iman."
(Shahih)-Ash Shahihah (1769). Lafazh “sab’un (70)” itu yang lebih tepat. [Bukhari: 2-Kitab Al Iman, 3-Bab Umurul Iman. Muslim: 1-Kitab Al Iman, hal. 57-58]
[467/599]
Dari Abu Sa’id, ia berkata,
كان النبي صلى الله عليه وسلم أشد حياء من العذراء[1] في خدرها، وكان إذا كره [شيئاً] عرفناه في وجهه
“Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam lebih pemalu dari pada perawan dalam
pingitan. Jika beliau tidak menyukai [sesuatu], maka akan kami ketahui
dari wajahnya."
(Shahih)-Mukhtashor
Ash Shama-il (307): [Bukhari: 61-Kitab Al Manaqib, 23-Bab Shifatun Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Muslim: 43-Kitab Al Fadhoil, hal. 67]
[468/600]
Dari Utsman [ibnu Affan] dan ‘Aisyah, keduanya menceritakan,
أن
أبا بكر استأذن على رسول الله صلى الله عليه وسلم - وهو مضطجعٌ على فراش
عائشة، لابساً مرط عائشة- فأذن لأبي بكر وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم
انصرف. ثم استأذن عمر رضي الله عنه، فأذن له وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم
انصرف. قال عثمان: ثم استأذنت عليه، فجلس. وقال لعائشة: "اجمعي إليك
ثيابك". فقضيت إليه حاجتي ثم انصرفتُ.قال: فقالت عائشة: يا رسول الله! لم
أرك فزعت لأبي بكر وعمر رضي الله عنهما كما فزعت لعثمان؟ قال رسول الله صلى
الله عليه وسلم : "إن عثمان رجل حيي، وإني خشيت أن أذنتُ له- وأنا على تلك
الحال- أن لا يبلغ إليّ في حاجته
“Suatu
ketika Abu Bakar meminta izin untuk menemui Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam - ketika itu beliau sedang berbaring di tempat tidur
Aisyah sambil memakai kain panjang istrinya-. Beliau lalu mengizinkan
Abu Bakar dan beliau tetap dalam keadaan semula. Abu Bakar lalu
mengutarakan keperluannya lalu pergi. Setelah itu datanglah Umar ibnul
Khaththab radliallahu 'anhu meminta izin dan beliau mengizinkannya masuk
sedang beliau masih dalam kondisi semula. Umar lalu mengutarakan
keperluannya lalu setelah itu ia pun pergi.
Utsman
[ibnu Affan] berkata, "Lalu saya meminta izin, beliau lalu duduk”. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Aisyah, "Tutupkanlah bajumu
padaku". Lalu kuutarakan keperluanku lalu saya pun pergi.
Aisyah
lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, tindakanmu terhadap Abu Bakar dan
‘Umar radliallahu 'anhuma kok tidak seperti tindakanmu pada Utsman [?]"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu menjawab, "Sesungguhnya
Utsman adalah seorang pria pemalu dan saya khawatir jika dia kuizinkan
dan saya dalam keadaan demikian, dia lalu tidak mengutarakan
keperluannya."
(Shahih)-Ash Shahihah (1687): [Muslim: 44-Kitab Fadhoil Ash Shohabah, hal. 26-27]
BERMUKA MANIS DIHADAPAN ORANG LAIN ^_^
BERMUKA MANIS DIHADAPAN ORANG LAIN ^_^
Di antara bentuk akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam adalah bermuka manis di hadapan orang lain. Bahkan hal ini dikatakan oleh Syaikh Musthofa Al ‘Adawi menunjukkan sifat tawadhu’ seseorang. Namun sedikit di antara kita yang mau memperhatikan akhlak mulia ini. Padahal di antara cara untuk menarik hati orang lain pada dakwah adalah dengan akhlak mulia.
Lihatlah bagaimana akhlak mulia ini diwasiatkan oleh Lukman pada anaknya,
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Dan
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Lukman: 18).
Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat tersebut, “Janganlah palingkan
wajahmu dari orang lain ketika engkau berbicara dengannya atau diajak
bicara. Muliakanlah lawan bicaramu dan jangan bersifat sombong. Bersikap
lemah lembutlah dan berwajah cerialah di hadapan orang lain” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 56).
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Muslim no. 2626).
Begitu pula dengan wajah ceria dan berseri akan mudah menarik hati orang
lain ketika diajak pada Islam dan kepada kebaikan. Senyum manis adalah
di antara modal ketika berdakwah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits inishahih).
Dari Jarir, ia berkata,
مَا حَجَبَنِى النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - مُنْذُ أَسْلَمْتُ ، وَلاَ رَآنِى إِلاَّ تَبَسَّمَ فِى وَجْهِى
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menghalangiku sejak aku memberi salam dan beliau selalu menampakkan senyum padaku” (HR. Bukhari no. 6089 dan Muslim no. 2475).
Wajah berseri dan tersenyum termasuk bagian dari akhlak mulia. Ibnul Mubarok berkata bahwa makna ‘husnul khulq’ (akhlak mulia),
طَلاَقَةُ الوَجه ، وَبَذْلُ المَعروف ، وَكَفُّ الأذَى
“Wajah berseri, berbuat kebaikan (secara umum) dan menghilangkan gangguan”. Dinukil dari Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi rahimahullah.
Sedangkan orang yang berakhlak mulia disebutkan dalam hadits dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَىَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّى مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا
“Orang
yang paling dicintai di antara kalian dan yang paling dekat duduk
denganku di hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 2018. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Namun wajah berseri ini tidaklah setiap saat dan tidak ditujukan pada
setiap orang. Ketika menghadapi orang yang lebih pantas dimarahi (bukan
diberi senyuman), juga di hadapan orang kafir maka kita tidak menyikapi
seperti itu sebagaimana diterangkan oleh Ash Shon’ani dalam Subulus Salam. Juga amat bahaya jika seorang gadis memberi senyuman kepada laki-laki karena godaannya amat besar.
Ya Allah, berikanlah kami anugerah dengan akhlak yang mulia dan selalu berwajah ceria di hadapan saudara-saudara kami.
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Langganan:
Postingan (Atom)









